Apabila Anak Ketahuan Merokok

Menurut survei, anak mulai merokok di usia 5-9 tahun. Data ini tentu perlu membuat orangtua waspada. Semua orang pastinya sudah tahu akan bahaya rokok. Namun, entah mengapa jumlah perokok di Indonesia masih saja meningkat. Yang paling menyedihkan usia seseorang mulai merokok di Indonesia semakin lama semakin muda. Survei ekonomi Nasional yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), menguak adanya kecenderungan perokok yang semakin dini usianya, yaitu 5—9 tahun.

Peningkatannya sangat signifkan, dari 0,4% pada 2001 menjadi 1,8% pada tahun 2004. Data ini didukung oleh hasil penelitikan Lembaga Penelitian masyarakat (LPm) universitas andalas terhadap para remaja di Padang. Penelitian menunjukkan, lebih dari 50% responden memulai merokok sebelum usia 13 tahun. Saat ini malah trennya sudah bergeser, merokok pertama kali dilakukan saat usia 5–-9 tahun dengan rata-rata 7 tahun.

MASA DEPAN TERGANGGU

Bahaya rokok pada anak-anak akan lebih hebat ketimbang orang dewasa. mengapa? Karena dampaknya tak hanya terhadap kesehatan anak, melainkan juga masa depannya. anak yang mungkin awalnya hanya mencoba-coba merokok lantaran meniru orangtua, kakak, atau temannya, jadi ketagihan karena rokok memang memiliki zat nikotin yang membuat ketagihan.

Ketika sudah ketagihan merokok, pikiran mereka akan terganggu; bagaimana cara mendapatkannya, di mana merokoknya supaya tidak ketahuan, bagaimana cara mengambil rokok milik orangtua, dan lainnya. Ini yang akan mengganggu aktivitas belajarnya.

AKIBAT IKUT-IKUTAN

Mengenai penyebab banyaknya anak Indonesia yang merokok, ini bisa saja terkait dengan rendahnya regulasi larangan merokok di Indonesia dan perilaku orang dewasa yang ikut “memopulerkan” rokok pada anak-anak. Ini gambaran umum penyebab semakin maraknya kebiasaan merokok pada anak-anak:

z Sangat mudah dan murah untuk membeli rokok di Indonesia. Hampir di setiap warung, rokok dijual bebas, siapa pun bisa membelinya, termasuk anak-anak. Hanya minimarket dan supermarket yang patuh pada regulasi yang melarang anak berseragam sekolah dan di bawah usia 18 tahun tidak boleh membeli rokok.

z Banyak orangtua tidak sungkan merokok dekat anaknya karena menganggap perilaku merokok sebagai hal biasa. Bahkan beberapa anak terbiasa membelikan atau mengambilkan rokok untuk orangtuanya. Padahal perilaku ini akan menjadi contoh bagi anak-anak.

Selain memberikan anak pendidikan mengenai bahaya rokok bagi kesehatan tentunya orangtua juga harus memberikan bekal untuk anak yang akan masuk ke perguruan tinggi. Lembaga pelatihan tes masuk universitas luar negeri bisa menjadi referensi dalam hal memberikan bekal ilmu untuk anak.