Belajar Sejarah Monumen Juang 45 Malang

Kita sebagai warga Indonesia harus di wajibkan untuk mengetahui tentang sejarah dan para pahlawan yang berjuang di zaman kuno. khususnya kaum muda seperti kita karena pemuda itu harus memiliki rasa yang sangat tinggi nasionalisme dengan olahraga yang masih gagah dan kuat untuk melawan serta pikiran masih segar dan muda lupa atau sering disebut pelupa. Oleh karena itu kami di sini diceritakan atau diperkenalkan untuk melawan pahlawan yang telah gugur sebelum kami sekarang, tidak lagi sebuah monumen jika tidak dalam pertempuran 45 di Kota Malang.


Monumen ini sendiri Juang 45 yang terletak di Jalan Kertanegara, dan di mana tepat di depan Kotabaru Station Malang. Sampai saat ini, wisatawan dan pengunjung dari orang miskin sendiri menuju stasiun Kotabatu dapat meringankan saat lelah sambil menikmati pemandangan sekitar dan rekan-rekan bersema berbaur. Tidak hanya kendaraan yang lewat di sekitar, karena pemerintah Malang telah direorganisasi sekitar area stasiun digunakan sebagai area khusus makanan ringan kuliner dan khusus, warung makanan dan beberapa restoran. Tidak jauh dari monumen itu sendiri Juang 45 ada beberapa lokasi untuk dinikmati termasuk Taman Cerdas Trunojoyo, Balai Kota Malang dan taman monumen. Serta fasilitas akomodasi yang cukup lengkap dan tidak sulit untuk pergi berbelanja di sekitar lokasi ini saja. Tidak hanya itu selain kawan bisa menjadi obyek wisata, monumen Juang 45 dibangun sebagai simbol patriotisme dan semangat rakyat Indonesia untuk melawan pendudukan.


Monumen Juang 45 didirikan dengan dimensi 10 x 40 meter dengan panjang fondasi bangunan, berukuran 6,90 meter dan 3,30 meter patung panjang dan tinggi 2 meter. Jika patung dikombinasikan dengan patung yang paling tinggi, tinggi total mencapai 5.0 meter. monumen ini dan berwarna tembaga patung yang terbuat dari semen yang kuat dengan 20 patung-patung kecil dan salah satu dari mereka dalam bentuk patung raksasa ukuran besar. Monumen ini dikelilingi delapan pagar kokoh di tepi monumen sebagai simbol budaya Jawa. Monumen ini terletak di atas kolam renang dengan beberapa air mancur sekitar lokasi. Sementara di luar kolam renang ada tanaman bunga teratai mengelilingi monumen Juang 45. Jangan lupa kunjungi travel surabaya malang murah.


Juang Monumen Bangunan 45 dibangun pada 20 Mei 1975 dengan ide awal datang dari pemerintah daerah di kota Malang. Juang ’45 monumen diciptakan untuk mengingat sejarah perjuangan bangsa kita tidak lain daripada Indonesia. Juga berguna untuk menghasilkan bias yang patriotisme anak muda di kota Malang dalam perjuangan untuk kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
Monumen didirikan untuk menggambarkan kegigihan pejuang di muka melawan penjajah yang digambarkan sebagai raksasa berbohong bawah. Patung raksasa sebagai simbol kolonialisme (Belanda) pada saat itu menjajah negara kita, dan 19 patung-patung kecil yang berjajar sebagai simbol dari masyarakat umum. Juang 45 monumen melambangkan kematian penjajah penghinaan dari Jepang dan Belanda oleh perjuangan rakyat Indonesia. Patung – patung yang dibangun menggambarkan warga tidak teratur berjalan menuju ke berlindung dan para pejuang yang menginjak patung raksasa. Penggambaran keseluruhan betapa sulitnya untuk berjuang untuk negara ini dari tirani. relief indah yang mengelilinginya berguna untuk menggambarkan perjuangan selama Perang Kemerdekaan 1945-1949 terjadi di kota Malang.
Di sisi timur ada bantuan dari pejuang kami Soekarno-Hatta dan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Di sisi utara menggambarkan kekejaman pendudukan di kota Jepang dan Belanda. Di sisi barat menggambarkan pertempuran dan di sisi selatan juga menggambarkan pertempuran. Kunjungi juga traveljuandamalang.com.