Ini Yang Unik Dari Kayu Trembesi

Suar atau lebih acap kali disebut dengan kayu trembesi merupakan kayu yang berasal dari genus Albizia. Kayu ini mempunyai persebaran luas di kawasan beriklim tropis seperti Indonesia. Pertumbuhannya malahan pesat sehingga jumlahnya termasuk besar. Kita dapat menemukan pohon trembesi di pulau-pulau besar seperti Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi, ataupun di kepulauan seperti Maluku dan Nusa Tenggara. Yang menarik dari kayu ini merupakan ketersediaannya yang masih cukup banyak. Pohon trembesi malahan dapat didapat dengan ukuran cukup besar sampai lebih dari 4 meter. Terang aspek ini amat disukai pengrajin woodworking.

Ciri Khas Kayu Trembesi

Secara biasa, trembesi mempunyai tingkat kepadatan menengah yang masih keok dibanding jati. Tingkat keawetan IV, tingkat kuat III, dan berat variasi 0,6. Dari tampilannya, warna gubal dan selasar cenderung kontras. Warna gubal keputihan meski selasarnya cokelat tua. Namun Kayu trembesi di jepara kini lebih di buat ke kerajinan furniture indoor dan outdoor salah satunya adalah meja makan trembesi dari kami.

Kelebihan dan Kekurangan Trembesi

Kelebihan

Sebagaimana disebut di atas, tingkat pertumbuhan trembesi tergolong tinggi. Kayu ini dapat besar dalam waktu relatif lebih pesat dibanding kayu variasi lainnya seperti mahogani.

Dari aspek lingkungan, penanaman trembesi juga dapat menjadi solusi untuk menolong menuntaskan permasalahan pencemaran udara. Sembari menunggu trembesi siap ditebang, pohon ini akan meresap banyak polutan yang efeknya bagus bagi alam.

Kekurangan Kayu Trembesi

Ada sebagian kekurangan kayu suar. Dua dari bermacam-macam kekurangan hal yang demikian merupakan tingkat keawetan dan tenaganya. Trembesi masuk dalam kelas awet IV. Ini artinya, kayu hal yang demikian amat rentan diserang hama seperti jamur, rayap, dan kutu bubuk. Padahal dari aspek daya, kayu ini termasuk dalam kelas kuat III. Sehingga direkomendasikan untuk tak mengaplikasikan bahan ini pada keperluan dengan prasyarat resistensi bobot tinggi.

Pada hasilnya trembesi menawarkan skor positif dan negatif dikala kita mengaplikasikannya. Sikap paling ideal merupakan mengoptimalkan skor positif atau kelebihan kayu trembesi sekalian menekan kekurangannya. Misal, sebab kayu ini kurang awet, karenanya sebelum diolah menjadi mebel ada bagusnya treatment pengawetan digunakan. Resapkan obat pengawet berkwalitas seperti BioCide. Dengan sistem simpel tapi tepat sasaran ini, furniture dari trembesi malahan dapat seawet jati.