Tahap Perkembangan Bicara Batita

1. Usia 1—18 bulan.

Di usia 1 tahun, seorang anak akan mampu mengucapkan 2 kata yang memiliki makna. Jika diperlihatkan suatu benda yang sering dilihatnya sehari-hari, ia juga sudah bisa mengerti maknanya (misalnya: sisir, bola, boneka). Selanjutnya pada usia 15 bulan, batita mampu mengucapkan 4—6 kata dan mampu meniru sebuah kata sederhana serta mempraktikkannya pada situasi atau kondisi yang tepat, misalnya: “kue” sambil menunjuk ke piring kue. Kemampuan bicara ini akan meningkat pada usia 18 bulan ditandai dengan menyebutkan sekitar 10 kata yang memiliki makna.

2. Usia 19—24 bulan.

Menjelang usia 2 tahun, kemampuan bicara anak semakin tinggi dan lebih kompleks dari sebelumnya. Perbendaharaan katanya meningkat sangat pesat, berkisar 50 kata. Kata tanya seperti ”apa” atau ”mana” pun mulai keluar dari mulutnya. Batita juga mulai bisa memberi jawaban singkat, seperti: “enggak”, ”mau”, ”di sana”, dan semacamnya meski pengucapannya untuk sebagian kata tak terlalu jelas, seperti: ”nana = di sana” dan ”nda = enggak”. Kata-kata yang merujuk pada kepemilikian pribadi seperti ”punya aku” atau ”punya Sasa (menyebut namanya)”, pun rata-rata mulai dijumpai pada rentang usia ini. Pada usia ini pula, anak mulai bisa berbicara dengan “kalimat telegram”, misalnya: “Ma, pegi.” (maksudnya, “Ayo Ma, kita pergi.”)

3. Usia 24—36 bulan.

Selanjutnya di usia 2—3 tahun, anak menguasai sekitar 200—300 kata dan senang mengekspresikannya dengan berbicara sendiri (atau “mengobrol” dengan boneka). Di usia ini, anak-anak mulai senang menyimak obrolan orang dewasa untuk disimpan dalam memorinya dan dipraktikkan di waktu lain.

Obrolan timbal balik mulai terjalin di rentang usia ini, karena sedikit demi sedikit anak mulai mampu menanggapi obrolan yang ditujukan kepadanya, seiring kemampuannya membuat sebuah kalimat sederhana dengan memasukkan kata sambung di dalamnya, menggunakan kata kerja, dan membuat kalimat negatif, seperti: “Nina ngga mau main sama Tasya.” atau “Aku ikut sama Mama ke kantor, ya?” Menjelang 3 tahun ini pula, pada sebagian anak, kata tanya ”kenapa” mulai muncul. Misalnya, “Kenapa adik nangis?“ atau “Kenapa kucing lari?”

Ketika batita sudah cukup besar untuk belajar bicara berikan juga dia pelatihan bahasa asing agar anak memiliki ketrampilan tambahan dalam berbahasa. Kursus bimbingan bahasa inggris dan perancis bisa menjadi piilihan tepat untuk mengasah ketrampilan berbahasa asing anak.